wormhole

Wormhole: Misteri Lubang Cacing yang Diduga Bisa Menghubungkan Ruang dan Waktu

ucebidmaster – Alam semesta menyimpan jarak yang sulit dipahami oleh manusia. Cahaya yang bergerak dengan kecepatan sekitar 300.000 kilometer per detik saja membutuhkan lebih dari empat tahun untuk mencapai Bumi dari Proxima Centauri, bintang terdekat dengan Matahari. Sementara itu, perjalanan menuju galaksi lain dapat melibatkan jarak jutaan hingga miliaran tahun cahaya.

Dengan teknologi antariksa yang tersedia sekarang, menjelajahi jarak sejauh itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Bahkan wahana antariksa tercepat buatan manusia masih bergerak jauh di bawah kecepatan cahaya.

Namun, fisika teoretis menawarkan sebuah gagasan yang menarik. Bagaimana jika dua wilayah alam semesta yang sangat jauh sebenarnya dapat dihubungkan melalui sebuah jalan pintas dalam struktur ruang dan waktu?

Gagasan tersebut dikenal sebagai wormhole, atau dalam bahasa Indonesia sering disebut lubang cacing.

Wormhole bukan lubang biasa yang terbentuk di permukaan planet atau ruang kosong. Dalam teori relativitas umum, konsep ini menggambarkan kemungkinan adanya struktur geometri ruang-waktu yang menghubungkan dua wilayah melalui jalur yang berbeda dari perjalanan normal di ruang luar.

Konsep wormhole sering muncul dalam film fiksi ilmiah, terutama ketika manusia digambarkan melakukan perjalanan menuju galaksi lain dalam waktu relatif singkat. Namun, di balik gambaran sinematik tersebut terdapat persoalan fisika yang jauh lebih rumit.

Hingga kini, belum ada wormhole yang berhasil diamati secara langsung. Keberadaannya masih merupakan kemungkinan matematis dalam model-model tertentu, bukan fenomena astronomi yang sudah terbukti.

Meski demikian, wormhole tetap menjadi salah satu topik menarik dalam fisika modern karena menyentuh pertanyaan mendasar mengenai gravitasi, struktur alam semesta, dan batas perjalanan ruang-waktu.

Apa Itu Wormhole dalam Ilmu Fisika?

Wormhole adalah struktur ruang-waktu hipotetis yang secara matematis dapat menghubungkan dua wilayah berbeda dalam alam semesta.

Konsep ini muncul dalam pembahasan teori relativitas umum Albert Einstein, yang menjelaskan gravitasi sebagai akibat kelengkungan ruang-waktu.

Dalam teori tersebut, massa dan energi memengaruhi geometri ruang-waktu. Planet, bintang, dan objek bermassa besar menyebabkan kelengkungan yang menentukan bagaimana benda serta cahaya bergerak.

Wormhole merupakan salah satu kemungkinan geometri yang dapat muncul ketika persamaan gravitasi dipelajari dalam kondisi tertentu.

Secara sederhana, wormhole dapat dipahami sebagai jalur penghubung antara dua lokasi yang mungkin sangat jauh apabila ditempuh melalui ruang biasa.

Namun, istilah jalan pintas tidak berarti wormhole sudah diketahui benar-benar ada atau dapat digunakan untuk perjalanan antariksa.

Mengapa Disebut Lubang Cacing?

Nama wormhole berasal dari analogi seekor cacing yang membuat terowongan menembus sebuah apel.

Jika cacing berjalan mengikuti permukaan apel dari satu titik ke titik lainnya, jarak yang ditempuh bisa lebih panjang. Namun, jika ia menggali terowongan melalui bagian dalam apel, jalurnya menjadi lebih pendek.

Analogi ini membantu menjelaskan konsep wormhole, meskipun struktur ruang-waktu sebenarnya jauh lebih kompleks daripada permukaan dua dimensi.

Dalam model fisika, wormhole bukan terowongan yang menembus bahan padat, melainkan geometri ruang-waktu yang memungkinkan dua wilayah terhubung dengan cara tertentu.

Apakah Wormhole Benar-Benar Ada?

Sampai sekarang, belum ada bukti observasional yang memastikan keberadaan wormhole di alam semesta.

Para ilmuwan telah menemukan banyak fenomena ekstrem, termasuk black hole, gelombang gravitasi, dan pembelokan cahaya akibat gravitasi.

Namun, penemuan tersebut tidak otomatis membuktikan keberadaan wormhole.

Sebagian solusi matematika dalam relativitas umum memang memungkinkan struktur menyerupai wormhole. Akan tetapi, solusi matematika belum tentu menggambarkan objek yang dapat terbentuk secara alami.

Pertanyaan mengenai keberadaan wormhole masih terbuka dalam penelitian fisika teoretis.

Sejarah Teori Wormhole dari Einstein hingga Fisika Modern

Gagasan mengenai hubungan tidak biasa antara wilayah ruang-waktu mulai berkembang setelah teori relativitas umum diperkenalkan pada 1915.

Teori Einstein mengubah cara ilmuwan memahami gravitasi. Ruang dan waktu tidak lagi diperlakukan sebagai latar yang sepenuhnya tetap, melainkan sebagai struktur dinamis yang dapat melengkung.

Perubahan tersebut membuka kemungkinan untuk mempelajari berbagai bentuk geometri ekstrem.

Jembatan Einstein-Rosen pada 1935

Pada 1935, Albert Einstein dan Nathan Rosen menerbitkan penelitian yang memperkenalkan struktur matematika yang kemudian dikenal sebagai Einstein-Rosen bridge.

Jembatan ini muncul dari kajian terhadap solusi persamaan relativitas umum.

Dalam interpretasi modern tertentu, struktur tersebut dapat dipahami sebagai hubungan antara dua wilayah ruang-waktu.

Namun, jembatan Einstein-Rosen klasik bukan terowongan stabil yang dapat dilalui pesawat antariksa.

Dalam model black hole ideal yang diperluas secara matematis, jalur penghubung tersebut tidak dapat digunakan untuk melakukan perjalanan dari satu sisi ke sisi lainnya.

John Wheeler dan Istilah Wormhole

Istilah wormhole mulai dikenal dalam fisika melalui karya fisikawan John Archibald Wheeler pada akhir 1950-an.

Wheeler mempelajari kemungkinan struktur topologi ruang-waktu yang tidak biasa dalam konteks relativitas dan gravitasi kuantum.

Penggunaan istilah wormhole kemudian semakin populer karena memberikan gambaran intuitif tentang hubungan antara wilayah ruang-waktu yang berjauhan.

Pada 1988, Michael Morris dan Kip Thorne menerbitkan penelitian penting mengenai wormhole yang secara teoretis dapat dilalui.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa wormhole traversable atau dapat dilintasi membutuhkan kondisi fisika yang sangat tidak biasa.

Salah satu persoalan terbesarnya adalah kebutuhan materi atau distribusi energi yang melanggar kondisi energi tertentu dalam relativitas umum.

Bagaimana Cara Kerja Wormhole Menurut Teori Relativitas?

Untuk memahami cara kerja wormhole, hal pertama yang perlu diketahui adalah bahwa ruang dan waktu merupakan bagian dari satu struktur yang disebut ruang-waktu.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menganggap ruang sebagai tempat untuk bergerak dan waktu sebagai sesuatu yang terus berjalan.

Namun, teori relativitas menunjukkan bahwa keduanya saling berhubungan.

Gravitasi dapat memengaruhi laju waktu dan jalur yang ditempuh cahaya. Semakin kuat medan gravitasi dalam kondisi tertentu, semakin besar pula efek relativistik yang dapat terjadi.

Wormhole menggunakan kemungkinan geometri ruang-waktu yang jauh lebih ekstrem.

Dua Mulut dan Satu Tenggorokan Wormhole

Dalam model wormhole yang dapat dilalui, terdapat dua bagian yang sering disebut mouth atau mulut wormhole.

Kedua mulut tersebut dihubungkan oleh sebuah wilayah yang disebut throat atau tenggorokan.

Ilustrasi konseptual wormhole, bukan bentuk fisik yang sudah teramati.

Jika struktur tersebut benar-benar stabil dan dapat dilalui, sebuah objek secara hipotetis dapat memasuki salah satu mulut dan keluar melalui mulut lainnya.

Jarak yang ditempuh melalui tenggorokan wormhole mungkin lebih pendek dibandingkan jarak normal di ruang luar.

Namun, tidak semua solusi wormhole mempunyai sifat tersebut.

Sebagian model justru runtuh terlalu cepat atau mempunyai geometri yang tidak memungkinkan benda maupun sinyal melintas.

Apakah Wormhole Melanggar Kecepatan Cahaya?

Salah satu kesalahpahaman umum adalah menganggap wormhole membuat pesawat bergerak lebih cepat daripada cahaya.

Dalam teori relativitas, objek bermassa tidak dapat dipercepat hingga mencapai atau melampaui kecepatan cahaya secara lokal.

Wormhole tidak harus melanggar batas tersebut.

Dalam skenario hipotetis, pesawat dapat bergerak dengan kecepatan di bawah kecepatan cahaya sepanjang jalur wormhole, tetapi tiba lebih cepat dibandingkan cahaya yang harus menempuh jalur jauh di ruang luar.

Perbedaan ini muncul karena geometri perjalanan, bukan karena pesawat melanggar batas kecepatan lokal.

Perbedaan Wormhole dan Black Hole

Wormhole sering disamakan dengan black hole karena keduanya berkaitan dengan geometri ekstrem dalam relativitas umum.

Padahal, kedua konsep tersebut mempunyai perbedaan penting.

Black hole atau lubang hitam merupakan objek astronomi yang keberadaannya telah didukung oleh bukti pengamatan.

Para ilmuwan telah mengamati gerakan bintang di sekitar objek sangat masif, mendeteksi gelombang gravitasi dari penggabungan black hole, dan memperoleh citra wilayah sekitar horizon peristiwa black hole.

Sementara itu, wormhole masih bersifat hipotetis.

AspekWormholeBlack Hole
KeberadaanBelum terbuktiDidukung pengamatan
StrukturPenghubung hipotetis wilayah ruang-waktuWilayah dengan horizon peristiwa
FungsiBerpotensi menjadi jalan pintas dalam model tertentuBukan jalur keluar yang diketahui
Bisa dilalui?Secara teoretis pada model tertentuTidak dapat keluar dari dalam horizon peristiwa
Bukti ilmiahBelum ada bukti langsungBukti astronomi kuat

Apakah Black Hole Bisa Menjadi Pintu Wormhole?

Dalam beberapa solusi matematika, geometri black hole berkaitan dengan struktur yang menyerupai jembatan Einstein-Rosen.

Namun, hal tersebut tidak berarti setiap black hole merupakan pintu menuju wilayah alam semesta lain.

Black hole astrofisika yang telah diamati tidak diketahui mempunyai terowongan yang dapat dilalui.

Dalam relativitas umum klasik, begitu sebuah objek melewati horizon peristiwa black hole, tidak ada jalur masa depan yang memungkinkannya kembali ke wilayah luar yang sama.

Karena itu, memasuki black hole bukan metode perjalanan antariksa yang didukung pengetahuan fisika saat ini.

Jenis-Jenis Wormhole dalam Fisika Teoretis

Wormhole tidak selalu digambarkan dalam satu bentuk yang sama.

Para fisikawan mempelajari berbagai model dengan sifat geometri dan persyaratan energi yang berbeda.

Sebagian model digunakan untuk memahami struktur matematis relativitas umum, sedangkan model lainnya berkaitan dengan persoalan gravitasi kuantum.

Einstein-Rosen Bridge

Jembatan Einstein-Rosen merupakan salah satu konsep awal yang paling terkenal.

Struktur ini muncul dalam pembahasan solusi black hole dan mempunyai hubungan dengan dua wilayah ruang-waktu dalam perluasan matematika tertentu.

Namun, jembatan klasik tersebut tidak dapat dilalui oleh pengamat dari satu wilayah luar ke wilayah luar lainnya.

Karena itu, gambaran film mengenai pesawat yang memasuki black hole dan keluar di galaksi lain tidak dapat langsung disamakan dengan jembatan Einstein-Rosen.

Traversable Wormhole

Traversable wormhole adalah model yang secara teoretis memungkinkan objek atau sinyal melewati tenggorokannya.

Model Morris-Thorne menjadi salah satu contoh penting dalam pembahasan ini.

Agar wormhole tetap terbuka, model klasik tersebut memerlukan distribusi energi yang sangat tidak biasa.

Persoalan tersebut membuat keberadaan traversable wormhole berskala besar masih sangat spekulatif.

Wormhole dalam Gravitasi Kuantum

Dalam penelitian fisika modern, wormhole juga muncul dalam berbagai pendekatan gravitasi kuantum.

Beberapa model menggunakan hubungan antara keterikatan kuantum dan geometri ruang-waktu untuk mempelajari bagaimana informasi dapat berpindah.

Salah satu gagasan terkenal adalah ER=EPR, yang mengusulkan hubungan konseptual antara jembatan Einstein-Rosen dan keterikatan kuantum.

Namun, gagasan tersebut tidak berarti setiap pasangan partikel yang saling terikat menciptakan terowongan fisik yang dapat digunakan manusia untuk bepergian.

Model-model ini terutama membantu ilmuwan memahami persoalan mendasar mengenai gravitasi, informasi, dan struktur ruang-waktu.

Mengapa Wormhole Membutuhkan Materi Eksotis?

Salah satu tantangan terbesar dalam teori wormhole adalah menjaga agar tenggorokannya tetap terbuka.

Dalam model traversable wormhole klasik, gravitasi dan geometri ruang-waktu dapat menyebabkan jalur penghubung tidak stabil.

Agar terowongan tidak menutup, diperlukan kondisi energi tertentu yang berbeda dari materi biasa.

Para fisikawan sering menggunakan istilah exotic matter atau materi eksotis untuk menjelaskan kebutuhan tersebut.

Apa yang Dimaksud Energi Negatif?

Dalam fisika, energi negatif dapat muncul dalam konteks tertentu, terutama ketika membahas teori medan kuantum.

Salah satu fenomena yang sering digunakan sebagai contoh adalah efek Casimir, yaitu perubahan gaya yang dapat terjadi akibat kondisi medan kuantum di antara permukaan tertentu.

Namun, keberadaan efek kuantum semacam itu tidak berarti manusia sudah mampu menghasilkan materi eksotis dalam jumlah besar.

Energi negatif yang dibutuhkan dalam sejumlah model wormhole harus memenuhi persyaratan distribusi dan kestabilan yang sangat sulit.

Selain itu, terdapat batasan teoretis terhadap besarnya energi negatif yang dapat dipertahankan dalam berbagai kondisi.

Apakah Manusia Bisa Membuat Wormhole?

Dengan teknologi dan pemahaman fisika saat ini, belum ada metode yang terbukti dapat menciptakan wormhole.

Para ilmuwan belum mengetahui apakah wormhole makroskopis benar-benar dapat terbentuk secara alami, apalagi dibuat secara sengaja.

Membangun wormhole tidak sesederhana menghasilkan medan gravitasi yang sangat kuat.

Persoalannya melibatkan struktur ruang-waktu, kondisi energi, kestabilan, dan kemungkinan efek gravitasi kuantum yang belum sepenuhnya dipahami.

Karena itu, gagasan membuat gerbang wormhole untuk transportasi masih berada dalam ranah spekulasi ilmiah.

Apakah Wormhole Bisa Digunakan untuk Perjalanan Waktu?

Wormhole sering dikaitkan dengan perjalanan waktu karena teori relativitas memungkinkan waktu berjalan dengan laju berbeda bagi pengamat dalam kondisi gerak atau gravitasi yang berbeda.

Dalam sejumlah model teoretis, dua mulut wormhole dapat mengalami perbedaan waktu jika salah satunya mengalami perjalanan relativistik atau berada dalam medan gravitasi yang berbeda.

Jika kondisi tertentu terpenuhi, perbedaan tersebut berpotensi menghasilkan lintasan ruang-waktu tertutup yang memungkinkan perjalanan ke masa lalu dalam model matematika.

Namun, kemungkinan tersebut menimbulkan persoalan kausalitas yang serius.

Paradoks Perjalanan ke Masa Lalu

Salah satu persoalan terkenal dalam perjalanan waktu adalah paradoks kakek.

Paradoks ini mempertanyakan apa yang terjadi jika seseorang kembali ke masa lalu dan mengubah peristiwa yang menjadi syarat keberadaannya sendiri.

Dalam fisika, masalah tersebut berkaitan dengan konsistensi sebab dan akibat.

Beberapa pendekatan mencoba menjelaskan bahwa peristiwa dalam lintasan waktu tertutup harus tetap konsisten, sedangkan pendekatan lain mempertanyakan apakah alam semesta mengizinkan lintasan semacam itu terbentuk.

Belum ada bukti eksperimen bahwa perjalanan ke masa lalu dapat dilakukan.

Hipotesis Perlindungan Kronologi Stephen Hawking

Stephen Hawking pernah mengusulkan gagasan chronology protection conjecture.

Secara sederhana, hipotesis ini menyatakan kemungkinan bahwa hukum fisika mencegah terbentuknya kondisi yang memungkinkan perjalanan ke masa lalu.

Efek kuantum mungkin menjadi salah satu mekanisme yang membuat geometri semacam itu tidak stabil.

Namun, hipotesis perlindungan kronologi belum menjadi teorema yang terbukti secara umum.

Persoalan perjalanan waktu tetap menjadi topik penelitian dalam relativitas dan gravitasi kuantum.

Bagaimana Ilmuwan Mencari Bukti Keberadaan Wormhole?

Meskipun wormhole belum pernah diamati, para peneliti telah mengusulkan berbagai cara untuk mencari kemungkinan tanda keberadaannya.

Salah satu pendekatan adalah mempelajari bagaimana objek kompak yang menyerupai black hole memengaruhi cahaya dan gerakan benda di sekitarnya.

Dalam model tertentu, wormhole dapat menghasilkan pola pelensaan gravitasi atau bayangan yang berbeda dari black hole.

Namun, perbedaan tersebut bergantung pada model geometri yang digunakan.

Pelensaan Gravitasi sebagai Petunjuk

Pelensaan gravitasi terjadi ketika cahaya dibelokkan oleh kelengkungan ruang-waktu akibat gravitasi.

Fenomena ini telah diamati pada bintang, galaksi, dan gugus galaksi.

Jika wormhole tertentu benar-benar ada, geometri di sekitarnya mungkin menghasilkan pola pembelokan cahaya yang khas.

Para peneliti menggunakan simulasi untuk mempelajari kemungkinan tanda tersebut.

Namun, pola yang tampak tidak biasa belum cukup untuk membuktikan adanya wormhole. Penjelasan alternatif seperti black hole atau distribusi massa lain harus diperiksa terlebih dahulu.

Gelombang Gravitasi dan Objek Kompak Eksotis

Detektor seperti LIGO dan Virgo telah mengamati gelombang gravitasi dari penggabungan objek kompak, termasuk black hole dan bintang neutron.

Dalam beberapa penelitian, ilmuwan mempelajari apakah objek eksotis hipotetis dapat menghasilkan sinyal berbeda dari black hole.

Salah satu kemungkinan yang dibahas adalah pola tambahan pada gelombang gravitasi setelah penggabungan.

Namun, belum ada sinyal yang diterima secara luas sebagai bukti keberadaan wormhole.

Wormhole dalam Film Interstellar dan Budaya Populer

Popularitas wormhole meningkat melalui berbagai karya fiksi ilmiah.

Salah satu contoh paling terkenal adalah film Interstellar yang dirilis pada 2014.

Dalam film tersebut, manusia menemukan wormhole di dekat Saturnus yang memungkinkan perjalanan menuju sistem bintang jauh.

Konsep visual wormhole dalam film itu dikembangkan dengan masukan ilmiah dari fisikawan Kip Thorne.

Seberapa Akurat Wormhole dalam Interstellar?

Penggambaran wormhole dalam Interstellar didasarkan pada sejumlah konsep relativitas umum.

Berbeda dari gambaran terowongan datar yang sering muncul dalam ilustrasi sederhana, wormhole dalam film terlihat seperti bola yang mendistorsi cahaya di sekitarnya.

Pendekatan tersebut mempunyai dasar dalam cara cahaya dapat bergerak melalui geometri ruang-waktu yang melengkung.

Namun, film tetap menggunakan asumsi fiksi, terutama mengenai keberadaan wormhole stabil yang cukup besar untuk dilalui pesawat.

Hingga sekarang, kemampuan melakukan perjalanan seperti itu belum mempunyai dasar teknologi yang terbukti.

Wormhole dan Batas Pengetahuan Manusia tentang Alam Semesta

Wormhole menarik bukan hanya karena kemungkinan perjalanan antarbintang, tetapi juga karena hubungannya dengan pertanyaan yang lebih mendasar.

Apakah ruang-waktu mempunyai struktur yang belum diketahui? Apakah gravitasi dapat dijelaskan sepenuhnya melalui teori kuantum? Dan apakah hubungan antara dua lokasi di alam semesta selalu harus mengikuti jarak yang terlihat oleh pengamat?

Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari usaha ilmuwan memahami alam semesta pada skala yang sangat besar sekaligus sangat kecil.

Mengapa Wormhole Tetap Diteliti?

Dalam fisika teoretis, suatu konsep tidak harus sudah terbukti ada untuk menjadi objek penelitian yang berguna.

Dengan mempelajari wormhole, ilmuwan dapat menguji konsekuensi persamaan relativitas umum dan memahami batas kondisi energi.

Penelitian tersebut juga membantu mengeksplorasi hubungan antara gravitasi, teori medan kuantum, dan informasi.

Meskipun akhirnya wormhole makroskopis mungkin terbukti tidak dapat terbentuk, proses mempelajarinya tetap dapat memberikan wawasan tentang hukum fisika.

Wormhole, Jalan Pintas Kosmis yang Masih Menjadi Misteri

Wormhole menghadirkan gagasan yang sangat menarik tentang alam semesta. Dua lokasi yang dipisahkan jarak luar biasa jauh mungkin, dalam model matematika tertentu, terhubung melalui geometri ruang-waktu yang tidak biasa.

Namun, perbedaan antara kemungkinan matematis dan kenyataan fisik tetap harus diperhatikan.

Sampai sekarang, belum ada bukti bahwa wormhole benar-benar ditemukan, tidak ada teknologi untuk membuatnya, dan belum diketahui apakah manusia dapat melintasinya dengan aman.

Jembatan Einstein-Rosen, traversable wormhole, serta berbagai model gravitasi kuantum menunjukkan bahwa konsep ini mempunyai dasar penelitian yang serius, tetapi juga menghadapi banyak persoalan yang belum terpecahkan.

Justru di situlah daya tarik wormhole berada. Ia memperlihatkan bahwa pemahaman manusia mengenai ruang dan waktu masih berkembang.

Jika suatu hari pengamatan astronomi menemukan tanda yang meyakinkan tentang keberadaan wormhole, penemuan tersebut akan membawa perubahan besar dalam cara ilmuwan memahami struktur alam semesta.

Untuk saat ini, wormhole tetap menjadi salah satu kemungkinan paling menarik yang muncul dari matematika gravitasi, sekaligus pengingat bahwa alam semesta mungkin jauh lebih rumit daripada yang terlihat dari Bumi.

Referensi

Einstein, A., & Rosen, N. (1935). The Particle Problem in the General Theory of Relativity. Physical Review, 48, 73–77. https://doi.org/10.1103/PhysRev.48.73

Morris, M. S., & Thorne, K. S. (1988). Wormholes in Spacetime and Their Use for Interstellar Travel: A Tool for Teaching General Relativity. American Journal of Physics, 56, 395–412. https://doi.org/10.1119/1.15620

Morris, M. S., Thorne, K. S., & Yurtsever, U. (1988). Wormholes, Time Machines, and the Weak Energy Condition. Physical Review Letters, 61, 1446–1449. https://doi.org/10.1103/PhysRevLett.61.1446

Hawking, S. W. (1992). Chronology Protection Conjecture. Physical Review D, 46, 603–611. https://doi.org/10.1103/PhysRevD.46.603

Maldacena, J., & Susskind, L. (2013). Cool Horizons for Entangled Black Holes. Fortschritte der Physik, 61, 781–811. https://arxiv.org/abs/1306.4004

Gao, P., Jafferis, D. L., & Wall, A. C. (2017). Traversable Wormholes via a Double Trace Deformation. Journal of High Energy Physics, 2017(12), 151. https://doi.org/10.1007/JHEP12(2017)151

NASA Science. Black Holes. https://science.nasa.gov/universe/black-holes/

Encyclopaedia Britannica. Wormhole. https://www.britannica.com/science/wormhole

LIGO Scientific Collaboration. Gravitational-Wave Observations. https://www.ligo.caltech.edu/


Posted

in

by

Tags: