Ringkasan: Hujan meteor September Epsilon-Perseid aktif 5-21 September 2026, dengan puncak pada 9 September bertepatan hampir persis dengan bulan baru. Berbeda dari Perseid Agustus yang jauh lebih ramai, shower ini adalah shower minor dengan ZHR sekitar 5-8 meteor per jam, tapi kondisi langit gelap membuatnya tetap layak ditonton pengamat di Indonesia.
Apa Itu Hujan Meteor Epsilon-Perseid?

September Epsilon-Perseid adalah hujan meteor tahunan minor dengan radiant di rasi Perseus—rasi yang sama dengan Perseid Agustus, tapi ini shower yang sepenuhnya berbeda. Menurut International Meteor Organization (IMO), shower ini punya kode resmi 208 SPE dalam kalender meteor tahunan mereka.
Jangan sampai keliru: meski sama-sama “Perseid” dan sama-sama berasal dari arah rasi Perseus, Epsilon-Perseid September dan Perseid Agustus adalah dua peristiwa terpisah dengan induk komet berbeda. Menurut Star Walk, Perseid Agustus berasal dari sisa debu Komet 109P/Swift-Tuttle, sementara September Epsilon-Perseid diduga berasal dari komet periode panjang yang belum teridentifikasi.
Kenapa Epsilon-Perseid 2026 Layak Ditonton?

Dua hal membuat tahun ini cukup menguntungkan untuk pengamat. Pertama, menurut Star Walk, puncak aktivitas 2026 jatuh tepat menjelang fase bulan baru, sehingga cahaya bulan nyaris tidak mengganggu pandangan ke langit malam—kombinasi yang sama seperti yang membuat Perseid Agustus 2026 istimewa, seperti dibahas dalam artikel Perseid 12-13 Agustus.
Kedua, In-The-Sky.org mencatat ada kemungkinan pertemuan dengan filamen debu tipis pada sekitar 10 September pukul 06:10 GMT. Encounter ini berpotensi menaikkan laju meteor sesaat, tapi waktunya lebih menguntungkan pengamat di Amerika karena terjadi pada malam hari di sana. Untuk Eropa dan sebagian besar Asia termasuk Indonesia, momen ini jatuh setelah matahari terbit, sehingga kemungkinan besar tidak teramati dari sini.
Penting dicatat: sebagai shower minor, Epsilon-Perseid tidak akan pernah menyamai keramaian Perseid Agustus. TheSkyLive.com mengklasifikasikannya sebagai shower dengan rating kekuatan “medium” dan ZHR nominal hanya 5 meteor per jam—jauh di bawah puncak Perseid Agustus yang bisa mencapai puluhan hingga seratus meteor per jam.
Data Kunci Epsilon-Perseid 2026: Waktu, Angka, dan Sumbernya

Data di bawah dihimpun dari lembaga astronomi publik dan situs referensi meteor internasional, bukan estimasi internal, demi menjaga akurasi bagi pembaca.
| Aspek | Data | Sumber |
|---|---|---|
| Periode aktif | 5-21 September 2026 | In-The-Sky.org, TheSkyLive.com |
| Malam puncak | Sekitar 9 September 2026 | IMO, Star Walk, TheSkyLive.com |
| Zenithal Hourly Rate (ZHR) nominal | Sekitar 5-8 meteor/jam (estimasi bervariasi antar sumber) | TheSkyLive.com, In-The-Sky.org, Star Walk |
| Kecepatan meteor | 64 km/detik (kategori cepat) | TheSkyLive.com, Star Walk |
| Radiant | Rasi Perseus | IMO, TheSkyLive.com |
| Kode IMO | 208 SPE | International Meteor Organization |
| Fase bulan saat puncak | Menjelang bulan baru (iluminasi sangat rendah) | Star Walk |
| Induk (parent body) | Diduga komet periode panjang, belum teridentifikasi | Star Walk |
| Belahan bumi terbaik | Utara | TheSkyLive.com |
Seperti pada shower minor lain yang pernah dibahas di sini—termasuk Kappa Cygnid pertengahan Agustus lalu—angka ZHR di atas adalah rate teoretis dengan asumsi langit gelap sempurna dan radiant tepat di atas kepala pengamat. Jumlah yang benar-benar terlihat di lapangan biasanya jauh lebih sedikit, tergantung polusi cahaya lokal dan ketinggian radiant.
Kapan dan Jam Berapa Waktu Terbaik Menonton dari Indonesia?

Sumber internasional memberi estimasi waktu puncak yang sedikit berbeda satu sama lain—hal yang wajar untuk shower minor. Star Walk mencatat puncak terjadi sekitar pukul 18:00 GMT pada 9 September 2026, sementara In-The-Sky.org memperkirakan waktu puncak sekitar pukul 21:00 waktu Teheran (setara sekitar 17:30 GMT) pada tanggal yang sama.
Jika dikonversi ke WIB (GMT+7), rentang estimasi puncak tersebut jatuh sekitar pukul 00.30-01.00 WIB dini hari tanggal 10 September 2026. Karena radiant berada di rasi Perseus yang baru naik cukup tinggi menjelang dini hari, jendela pengamatan terbaik dari Indonesia adalah setelah tengah malam hingga menjelang subuh pada 10 September.
Perlu diingat, shower minor seperti ini punya puncak yang relatif melebar. In-The-Sky.org mencatat aktivitas berlangsung sejak 5 hingga 21 September, sehingga malam-malam di sekitar tanggal puncak tetap punya peluang melihat sebagian meteor, meski jumlahnya lebih sedikit dibanding puncak utama.
Cara Menyaksikan Epsilon-Perseid — Langkah demi Langkah

- Pilih lokasi gelap: Jauhi kota dan lampu jalan. Semakin rendah polusi cahaya, semakin banyak meteor redup yang bisa terlihat.
- Cek cuaca lebih dulu: Awan tebal menghalangi pandangan sepenuhnya, jadi pantau prakiraan cuaca lokal sehari sebelumnya.
- Datang setelah tengah malam: Berdasarkan estimasi waktu puncak di atas, jendela terbaik dari Indonesia adalah dini hari menjelang subuh tanggal 10 September.
- Beri waktu mata beradaptasi: Tunggu 15-20 menit tanpa melihat layar ponsel agar mata terbiasa dengan gelap.
- Pandang seluruh langit, bukan cuma radiant: Meteor bisa muncul dari segala arah; melihat area langit yang luas lebih efektif daripada menatap satu titik saja.
- Tidak perlu teleskop atau binokular: Mata telanjang justru lebih baik karena mencakup bidang pandang yang jauh lebih luas.
- Bersabar dan amati dalam interval 15-20 menit: Karena ZHR shower ini rendah, jeda antar meteor bisa terasa lama—itu normal untuk shower minor.
Epsilon-Perseid vs Perseid Agustus: Apa Bedanya?

Kebingungan antara dua shower ini sangat wajar karena nama dan lokasi radiant yang mirip. Berikut perbedaan utamanya berdasarkan data yang sudah diverifikasi:
| Aspek | Perseid Agustus | Epsilon-Perseid September |
|---|---|---|
| Waktu puncak 2026 | 12-13 Agustus | Sekitar 9 September |
| ZHR nominal | ~100 meteor/jam (estimasi aktual 30-50) | ~5-8 meteor/jam |
| Induk komet | 109P/Swift-Tuttle | Komet periode panjang, belum teridentifikasi |
| Kecepatan meteor | Sekitar 59 km/detik | 64 km/detik |
Untuk gambaran lengkap soal Perseid Agustus yang jauh lebih produktif, termasuk perbandingannya dengan gerhana matahari total di hari yang sama, artikel Perseid 12-13 Agustus 2026 membahasnya secara detail.
Kalender Langit September 2026: Bukan Cuma Epsilon-Perseid
IMO dalam kalender meteor tahunannya juga mencatat September Lyncids (081 SLY) sebagai shower minor lain yang aktif bersamaan di bulan yang sama, meski dengan radiant berbeda di rasi Lynx dan ZHR yang juga rendah.
2026 memang termasuk tahun yang padat untuk pengamat langit Indonesia. Sebelum Epsilon-Perseid, publik sempat menyaksikan rangkaian fenomena mulai dari parade 6 planet Februari, pendekatan komet antarbintang 3I/ATLAS akhir 2025, hingga puncak Perseid Agustus. Sebagai pembanding shower minor musim sebelumnya, catatan soal hujan meteor Puppid-Velid Desember 2025 juga bisa jadi gambaran bagaimana shower kecil seperti ini biasa diamati dari Indonesia.
FAQ — Epsilon-Perseid September 2026
Apa itu hujan meteor Epsilon-Perseid?
Epsilon-Perseid adalah hujan meteor minor tahunan dengan radiant di rasi Perseus, aktif 5-21 September, berbeda dari Perseid Agustus meski nama dan area radiant-nya mirip.
Kapan puncak Epsilon-Perseid 2026 dan jam berapa waktu terbaik menontonnya dari Indonesia?
Puncak diperkirakan sekitar 9 September 2026 menurut sumber internasional, yang jika dikonversi ke WIB jatuh sekitar dini hari 10 September. Waktu terbaik pengamatan lokal adalah setelah tengah malam hingga menjelang subuh.
Apakah Epsilon-Perseid seramai Perseid Agustus?
Tidak. ZHR nominal Epsilon-Perseid hanya sekitar 5-8 meteor per jam, jauh di bawah Perseid Agustus yang bisa mencapai puluhan hingga seratus meteor per jam. Keunggulan Epsilon-Perseid 2026 hanya terletak pada kondisi langit gelap karena bertepatan dengan bulan baru.
Sumber data: International Meteor Organization (IMO), In-The-Sky.org, TheSkyLive.com, Star Walk (starwalk.space), American Meteor Society.
