27 Planet Kandidat Mirip Tatooine Star Wars Ditemukan via Data NASA TESS


Ringkasan: Tim astronom dari University of New South Wales (UNSW) berhasil mengidentifikasi 27 planet kandidat yang mengorbit dua bintang sekaligus — persis seperti Tatooine di Star Wars. Penemuan ini menggunakan metode baru bernama apsidal precession pada data NASA TESS, diterbitkan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society (MNRAS) pada Mei 2026. Temuan ini berpotensi lebih dari menggandakan total planet circumbinary yang dikenal sains.


Apa Itu Planet Circumbinary — dan Mengapa Ini Mengubah Segalanya?

27 Planet Kandidat Mirip Tatooine Star Wars Ditemukan via Data NASA TESS

Bayangkan matahari terbenam ganda seperti yang ikonik di film Star Wars: Luke Skywalker berdiri di Tatooine, menatap dua matahari di cakrawala. Itu bukan sekadar fiksi ilmiah.

Planet circumbinary adalah planet yang mengorbit dua bintang sekaligus. Bukan mengorbit satu, lalu gravitasinya dipengaruhi yang lain — tapi benar-benar berputar mengelilingi pasangan bintang sebagai satu orbit terpadu.

Sampai 2026, astronomi hanya mengkonfirmasi 18 planet circumbinary dari lebih dari 6.000 eksoplanet yang diketahui. Artinya: kurang dari 0,3% populasi eksoplanet yang terdokumentasi.

Lalu pada 4 Mei 2026 — bertepatan dengan Star Wars Day (“May the 4th be with you”) — tim dari UNSW Sydney menerbitkan studi yang mengidentifikasi 27 kandidat baru dalam satu kali survei pilot. Ini bukan penemuan biasa. Ini pergeseran paradigma.


Bagaimana 27 Planet Ini Ditemukan? Metode Apsidal Precession

27 Planet Kandidat Mirip Tatooine Star Wars Ditemukan via Data NASA TESS

Selama ini, sebagian besar eksoplanet ditemukan lewat metode transit — mengukur peredupan cahaya bintang ketika planet lewat di depannya. Metode ini efektif, tapi punya kelemahan fatal untuk sistem bintang ganda: planet hanya terdeteksi jika orbitnya sejajar sempurna dengan garis pandang kita dari Bumi.

Tim Margo Thornton dan Prof. Ben Montet (UNSW) menggunakan pendekatan berbeda: apsidal precession.

Cara kerjanya sederhana secara konsep:

  1. Dua bintang dalam sistem biner saling mengorbit dan menghasilkan gerhana (eclipse) yang bisa dipantau dari Bumi.
  2. Jadwal gerhana ini seharusnya konsisten — bisa diprediksi oleh relativitas umum dan interaksi gravitasi dua bintang.
  3. Jika ada variasi misterius dalam jadwal gerhana yang tidak bisa dijelaskan fisika dua-bintang, itu sinyal: ada benda ketiga yang menarik gravitasi sistem — bisa jadi planet.
  4. Variasi ini disebut apsidal precession — pergeseran perlahan dalam geometri orbit elips bintang akibat pengaruh gravitasi eksternal.

“Saya terkejut dengan seberapa efektif metode ini dan seberapa kecil sinyal yang bisa kami deteksi menggunakan data TESS,” kata Thornton.

Tim menganalisis 1.590 sistem bintang biner dari data NASA TESS. Hasilnya: 36 sistem kandidat, 27 di antaranya menunjukkan karakteristik konsisten dengan keberadaan planet.


Data Teknis: 27 Planet Kandidat dalam Angka

27 Planet Kandidat Mirip Tatooine Star Wars Ditemukan via Data NASA TESS
ParameterDetail
Jumlah kandidat27 planet
Sistem biner dianalisis1.590 sistem
Tingkat deteksi~2% dari sistem biner yang disurvei
Jarak terdekat~650 tahun cahaya dari Bumi
Jarak terjauh~18.000 tahun cahaya dari Bumi
Rentang massa (estimasi)Sekelas Neptunus hingga 10× massa Jupiter
Metode deteksiApsidal precession (bukan transit)
Data sumberNASA TESS (diluncurkan April 2018)
Jurnal publikasiMonthly Notices of the Royal Astronomical Society (MNRAS 548 (3): stag515, 2026)
Tim risetUNSW Sydney + Caltech + SETI Institute

Sumber: Thornton et al., MNRAS, 10 Maret 2026; diterima 11 Maret 2026


Mengapa Ini Penting: Skala dan Implikasinya

Angka 2% mungkin terdengar kecil. Tapi konteksnya mengubah segalanya.

Berdasarkan data dari Prof. Montet: “Kami menemukan 27 kandidat dari 1.590 sistem biner — hampir 2%. Itu mengimplikasikan ada ribuan, bahkan puluhan ribu, planet yang mungkin bisa ditemukan dengan data dari Vera C. Rubin Observatory’s Legacy Survey of Space and Time (LSST).”

TESS sendiri, per September 2025, telah mendeteksi lebih dari 8.361 kandidat planet dan mengkonfirmasi 693 di antaranya.

Sebelum studi ini, metode transit hanya bisa menangkap planet circumbinary dengan orbit yang hampir sejajar dengan bidang penglihatan kita. Apsidal precession tidak punya limitasi itu. Artinya: seluruh populasi planet circumbinary yang “tersembunyi” dari kita — karena orbitnya miring — baru saja terbuka untuk dieksplorasi.

Ini mirip revolusi yang terjadi ketika Kepler Space Telescope pertama kali diluncurkan pada 2009: eksoplanet yang tadinya langka tiba-tiba menjadi miliaran.


Perbandingan: Sebelum dan Sesudah Studi UNSW 2026

KategoriSebelum Mei 2026Sesudah Studi UNSW
Planet circumbinary terkonfirmasi~18 planet~18 (konfirmasi pending 27 kandidat baru)
Metode deteksi utamaTransit (koplanar)Transit + Apsidal Precession
Bias deteksiHanya orbit sejajar garis pandangMencakup orbit miring
Estimasi populasi sejatiSangat underestimatedRibuan hingga puluhan ribu kemungkinan
Data follow-up yang dibutuhkanTerbatasJWST, ALMA, Vera Rubin Observatory

Analisis komparatif berdasarkan data Thornton et al. 2026 dan NASA Exoplanet Archive


Apakah Planet Mirip Tatooine Ini Bisa Dihuni?

27 Planet Kandidat Mirip Tatooine Star Wars Ditemukan via Data NASA TESS

Ini pertanyaan paling sering muncul — dan jawabannya lebih kompleks dari yang dibayangkan.

Sebagian besar kandidat yang ditemukan berukuran Neptunus hingga 10× Jupiter. Ini raksasa gas, bukan planet berbatu seperti Bumi (atau Tatooine fiksi).

Ada dua tantangan utama pembentukan planet di sistem biner:

1. Zona khaos gravitasi. Dekat pasangan bintang, gravitasi dari keduanya menciptakan zona turbulen di mana benda kecil saling bertumbukan dan hancur sebelum bisa bergabung menjadi planet. Inilah mengapa mayoritas planet circumbinary yang ditemukan adalah gas giant dengan orbit lebar.

2. Zona layak huni yang bergerak. Di sekitar dua bintang, “Goldilocks Zone” (zona layak huni) tidak statis — ia berfluktuasi tergantung posisi relatif kedua bintang. Kondisi ini ekstrem bagi kehidupan seperti yang kita kenal.

Meski begitu, Prof. Montet menyatakan: “Jika planet circumbinary ternyata bisa dihuni, itu berarti kehidupan bisa ada di mana saja. Kehidupan bisa ada di mana-mana.”

Untuk konteks lebih dalam tentang kriteria planet layak huni, lihat pembahasan kami mengenai kehidupan di planet lain berdasarkan data sains terkini.


NASA TESS: Mesin di Balik Penemuan Ini

27 Planet Kandidat Mirip Tatooine Star Wars Ditemukan via Data NASA TESS

TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) bukan alat baru — ia diluncurkan pada 18 April 2018 di atas roket Falcon 9, dan sudah beroperasi lebih dari 8 tahun.

Yang menarik: data TESS dirancang untuk metode transit, tapi ternyata cukup sensitif untuk mendeteksi variasi apsidal precession yang jauh lebih halus. Ini menunjukkan kekuatan data astronomi jika dianalisis dengan metode yang tepat — data lama bisa mengungkap fenomena baru.

Spesifikasi kunci TESS yang relevan:

  • Empat teleskop dengan apertur 10,5 cm, mencakup bidang 24° × 96°
  • Orbit elips tinggi dengan periode 27,3 hari (hampir identik bulan)
  • Survei langit seluas 400× lebih besar dibanding Kepler
  • Per September 2025: ~7.000 kandidat planet teridentifikasi dalam 6 tahun operasi pertama

Lebih dari sekadar alat pencari planet, TESS juga menjadi basis data historis yang terus dianalisis ulang dengan teknik baru — persis seperti yang dilakukan tim UNSW.


Perbandingan dengan Penemuan Circumbinary Sebelumnya

27 Planet Kandidat Mirip Tatooine Star Wars Ditemukan via Data NASA TESS

Tidak semua planet circumbinary lahir dari data TESS. Berikut konteks historisnya:

Misi/ObservasiMetodeKontribusi Circumbinary
Kepler Space Telescope (2009-2018)Transit~8 planet circumbinary terkonfirmasi
NASA TESS (2018-sekarang)Transit~6 planet circumbinary via transit
UNSW/TESS Apsidal Precession (2026)Apsidal precession27 kandidat baru (pilot study)
Vera Rubin Observatory LSST (proyeksi)MultipleEstimasi ribuan kandidat baru

Sumber: NASA Exoplanet Archive; Thornton et al. MNRAS 2026

Penemuan 4 planet di Barnard’s Star pada Maret 2025 oleh University of Chicago menggunakan metode radial velocity MAROON-X juga membuka perspektif serupa — bahwa bintang yang selama ini dianggap “sepi” ternyata aktif memiliki planet. Kami membahasnya secara mendalam di artikel 4 planet baru di Barnard’s Star, 6 tahun cahaya terdekat.


Apa Langkah Selanjutnya? Konfirmasi dan Follow-Up

Status 27 kandidat ini masih belum terkonfirmasi sebagai planet. Untuk konfirmasi resmi, diperlukan:

  1. Spektroskopi massa — mengukur massa objek untuk memastikan ia benar planet, bukan katai coklat (brown dwarf).
  2. Observasi lanjutan JWST — James Webb Space Telescope bisa menganalisis atmosfer kandidat planet yang terkonfirmasi.
  3. Data ALMA — Atacama Large Millimeter Array untuk mengkarakterisasi komposisi sistem.
  4. Vera C. Rubin Observatory — LSST dijadwalkan menghasilkan data baru yang bisa menerapkan metode apsidal precession pada skala puluhan ribu sistem biner.

“Sekarang kami bisa memulai proyek yang benar-benar menyenangkan: mencari tahu mana yang benar-benar planet,” kata Prof. Montet.

Satu peringatan penting: sebagian dari 27 kandidat mungkin ternyata katai coklat — objek substellar yang massa-nya terlalu besar untuk disebut planet (>13× massa Jupiter), tapi terlalu kecil untuk memicu fusi nuklir seperti bintang. Proses eliminasi ini membutuhkan pengukuran spektra yang akurat.


Koneksi dengan Mars dan Eksplorasi Tata Surya Kita

Sementara 27 planet Tatooine ini berada ratusan hingga ribuan tahun cahaya jauhnya, semangat eksplorasi yang sama mendorong misi lebih dekat di tata surya kita. Diskusi tentang kemungkinan manusia berpindah ke planet lain — seperti yang kami ulas dalam analisis mendalam soal Mars sebagai rumah masa depan — menggambarkan betapa jauhnya jarak antara imajinasi dan realita sains.

Tapi penemuan seperti ini justru mempercepat debat itu. Jika planet circumbinary ternyata umum, kita perlu rethink dari awal tentang di mana — dan dalam kondisi apa — kehidupan bisa berevolusi.


Implikasi untuk Pemahaman Pembentukan Planet

Studi ini bukan hanya tentang “berapa banyak planet Tatooine yang ada.” Ia menyentuh pertanyaan fundamental:

Apakah sistem bintang ganda mendukung atau menghambat pembentukan planet?

Selama ini, asumsi dominan adalah: bintang ganda = lingkungan yang tidak stabil untuk planet. Tapi data TESS menunjukkan sebaliknya — setidaknya 2% sistem biner yang disurvei memiliki planet.

Perlu diingat: lebih dari separuh bintang di Bima Sakti adalah bintang ganda atau ganda-lebih. Jika 2% dari mereka punya planet, jumlahnya fantastis. Bima Sakti diperkirakan punya 200-400 miliar bintang — dan jika setengahnya biner, itu berarti 1-4 miliar sistem biner yang mungkin punya planet.

Dengan tingkat 2% saja: 20-80 juta sistem planet circumbinary di galaksi kita saja.


Konteks Indonesia: Peran BRIN dan Observatorium Bosscha

Penelitian ini terjadi di luar Indonesia, tapi relevansinya nyata untuk komunitas sains domestik.

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) telah mengalokasikan Rp 47 miliar untuk program Astrobiologi Nasional 2024-2026, yang mencakup spektroskopi eksoplanet menggunakan teleskop Bosscha yang diupgrade. Institut Astronomi dan Astrofisika BRIN juga mencatat keunggulan geografis Indonesia untuk observasi langit selatan — tepat di mana sebagian kandidat planet circumbinary ini tersebar.

Metode apsidal precession yang digunakan tim UNSW tidak membutuhkan teleskop raksasa khusus — ia membutuhkan akurasi pengukuran waktu eclipse dan data jangka panjang. Ini membuka peluang bagi observatorium Indonesia untuk berkontribusi dalam follow-up observasi kandidat di langit selatan.


FAQ

Apa itu planet circumbinary?

Planet circumbinary adalah planet yang mengorbit dua bintang sekaligus dalam satu lintasan orbital. Berbeda dari planet yang mengorbit satu bintang di sistem biner (circumstellar), planet circumbinary berputar mengelilingi kedua bintang sebagai satu unit gravitasi gabungan.

Apakah 27 planet Tatooine ini sudah terkonfirmasi?

Belum. Status mereka masih “kandidat” (candidate). Konfirmasi memerlukan pengukuran spektroskopi untuk menentukan massa dan memastikan objek tersebut bukan katai coklat. Observasi follow-up menggunakan JWST, ALMA, atau Vera Rubin Observatory direncanakan berikutnya.

Berapa jauh planet-planet ini dari Bumi?

Berdasarkan data Thornton et al. (MNRAS, 2026), kandidat terdekat berjarak sekitar 650 tahun cahaya dan yang terjauh sekitar 18.000 tahun cahaya dari Bumi.

Mengapa metode apsidal precession lebih baik dari metode transit untuk sistem biner?

Metode transit hanya bisa mendeteksi planet yang orbitnya hampir sejajar dengan garis pandang kita — bias yang sangat besar untuk sistem biner. Apsidal precession mendeteksi pengaruh gravitasi planet melalui perubahan jadwal eclipse bintang, sehingga bisa menemukan planet dengan orbit miring yang tidak pernah transit di depan bintangnya dari sudut pandang Bumi.

Apakah ada planet circumbinary yang berpotensi layak huni?

Sebagian besar kandidat yang ditemukan berukuran gas giant (Neptunus hingga 10× Jupiter), bukan planet berbatu. Zona layak huni di sistem biner juga lebih kompleks karena fluktuasi energi dari dua bintang. Meski begitu, keberadaan planet berbatu circumbinary secara teoritis memungkinkan, dan metode baru ini membuka jalan untuk menemukannya.

Apa peran NASA TESS dalam penemuan ini?

TESS (diluncurkan 2018) menyediakan data fotometri presisi tinggi dari ribuan sistem biner. Meskipun dirancang untuk metode transit, data TESS cukup akurat untuk mendeteksi variasi apsidal precession yang halus — demonstrasi bahwa dataset eksisting bisa mengungkap populasi planet yang sebelumnya tersembunyi.

Berapa total eksoplanet yang dikenal saat ini?

Per September 2025, NASA Exoplanet Archive mencatat lebih dari 5.600 eksoplanet terkonfirmasi dan lebih dari 8.000 kandidat dari data TESS. Angka ini terus bertambah seiring operasi teleskop seperti TESS dan JWST.



Posted

in

by

Tags: